Minggu, 27 Agustus 2017

Catatan kecil (1)

saya merasa beruntung bertemu kamu setelah apa yang pernah saya lalui,
menjadi satu-satu nya yang di cintai, menjadi prioritas yang benar-benar prioritas setelah orangtua dan adik-adik mu, membuat saya benar-benar bersyukur di cintai seperti ini,

kamu selalu ingin menjadi jawara di hati saya, tidak mau kalah dan keras kepala.
membuat kamu selalu berusaha menjadikan saya bahagia, dengan cara apapun, mengganggap kebahagian saya adalah mutlak dan tidak bisa di tawar, membuat saya bangga, dan terbang melayang.

dulu saya pernah menulis bagaimana saya juga beruntung di jadikan prioritas walaupun setelah itu hanya menjadi sisa-sisa dari manis yang tidak tuntas.
namun manusia bergerak maju, dan saya melangkah jauh dan akhirnya bertemu kamu.
tidak masalah apabila setelah ini kisah kita berakhir seperti yang pernah sudah-sudah, saya pasti akan lebih patah hati dari sebelum-sebelumnya, pada akhirnya pasti akan dapat saya lewati juga.
terpenting, sekarang saya mencintai mu utuh, dan kau mencintai ku penuh.



sayang..
selamat mewujudkan satu persatu impian yang kamu buat,
saya disini,
selalu disini,
tidak hanya diam, dan menunggu..
kelak, nanti,
bila boleh kita bersama lebih lama lagi,
bahagia kita pasti utuh, dan tidak terbagi.

Selasa, 30 Mei 2017

kita, dua asing yang dipertemukan

"aku ingin menjadi tenang, dan mencintaimu tanpa banyak kekhawatiran"- perempuan sore


kita, adalah asing yang dipertemukan.
kamu bukanlah  seorang yang pernah saya tebak untuk membuat senyum di bibir saya tak henti mengembang, bukan pula seorang yang saya terka dapat membuat dada saya terkadang sesak.


kamu itu  luar biasa bagi saya, karna bila tidak, saya tak akan pernah merasa sesayang ini hingga sekarang. saya hanya ingin kamu cukup sabar menghadapi saya dan bertahan di saat bosan, maka saya sudah sangat bersyukur memiliki kamu seutuhnya.

sungguh, saya ingin menjadi pereda cemas mu, juga aspirin penghilang prasangka yang berputar-putar di kepala mu, menjadikanmu tenang, dan mencintai saya selalu.

apa yang buruk di masa lalu, dan apa yang baik dari kita yang dulu adalah bonus, yang membuat kita dipertemukan semesta, membuat kita akhir nya dapat  saling cinta, maka tak ada yang perlu dipersoalkan, pupuk saja cinta yang sudah kita semai dengan percaya, agar tumbuh subur di perkarangan hati kita.

lagi-lagi jatuh cinta seperti menaiki roller coaster, tapi saya harap setelah wahana yang kita naiki selesai, kita tidak berhenti begitu saja, berpisah dan pamit karna permainan nya sudah usai.
saya harap "kita" tetap bisa menjadi rumah, tempat untuk pulang, walaupun hanya duduk diam dengan secangkir teh hangat tanpa berbicara.
semoga "kita" tetap bisa bertahan pada rasa yang menggebu-gebu maupun  suasana yang sunyi dan tidak lagi seru.

dulu, kita juga pernah sama-sama berjanji akan selalu bersama pada cinta yang kita yakini, kemudian kita ingkari.

maka tak ada kemungkinan pada janji yang sama, kita bisa menepati.

tapi saya harap bertahan lah lebih lama, ada banyak cerita, tawa, kasih yang masih ingin saya tumpah ruah kan, ada kisah-kisah yang masih ingin saya bagikan, karna bersama mu, saya ingin lebih lama menghabiskan waktu.

Senin, 05 Desember 2016

untuk pria di masa depan

untuk kamu pria di masa depan
kamu boleh kagum sama saya hingga berusaha mendapatkan saya, tapi  jangan lupa kagum bisa begitu saja hilang, pupuk lah cinta dan sayang setiap hari nya
karna bahkan cinta dan sayang pun bisa memudar, temukan alasan untuk tetap tinggal

untuk kamu pria di masa depan,
saya adalah perempuan keras kepala dan kekanak-kanakan, mungkin pertama kali kamu mengenal saya, kamu takkan melihat nya, kamu akan mengira saya begitu tangguh dan mandiri, tapi tidak, sungguh tidak..
saat saya percayakan hati saya, saya akan mengandalkan kamu dalam  berbagai hal, bukan bermaksud merepotkan, saya hanya merasa nyaman ketika menghabiskan waktu bersama kamu daripada  harus sendiri, dan saya harap kamu bisa mengandalkan saya juga.

untuk pria  di masa depan
saya pernah begitu tidak baik-baik saja dalam percintaan, saya pernah salah dalam mencintai, saya pernah begitu jahat saat di cintai, dan saya juga pernah salah mengambil keputusan, saya harap kamu bisa bersabar, meyakinkan saya, memberitahu tanpa menggurui, mengarahkan tanpa mengintimidasi.

untuk pria  di masa depan, saat kamu mencintai saya, saya harap kamu mencintai keburukan saya juga, karna saya hanya perempuan biasa, kadang saya sering berlaku di luar kendali, saya belum dewasa seutuhnya..

untuk pria  di masa depan bila nanti saya memutuskan untuk pergi dari sisi mu , sungguh... sungguh itu hanya ego saya saja, bertahan lah sebentar, hati perempuan kadang sering tidak sejalan dengan pikiran nya

untuk kamu pria  di masa depan
ketika saya mengatakan saya mencintaimu, itu berarti saya sudah menitipkan dunia saya kepadamu
jangan meruntuhkan nya, memporak-porandakan tanpa aba-aba

wahai pria  di masa depan, mari jangan menerima apa ada nya kita, mari memperbaiki dengan cinta, menjadi bahagia tanpa perlu merasa sesak saat bersama, hapuslah kekhawatiran mu akan saya, sungguh bila saya menetap kan hati saya padamu, akan butuh waktu bertahun-tahun  untuk saya bisa berpaling ke yang lain.
pindah itu tak mudah, namun melarikan diri sering muncul disaat emosi saya masih menggantung2 di kepala.
kepada hati mu saya akan pulang, maka bertahan lah sayang.

Devia

ku tulisakan nama mu diantara cerita-cerita ku
lekuk huruf kian elok ketika namamu terlafas di telinga ku
kau di tempa begitu keras
tapi kau tak pernah mengeras
kau berkelas
tapi tak menjadi culas
kau  tegas diantara kelembutan yang membuat dada penghianat panas

ada ukiran tuhan yang  maha sempurna di bibir mu, mungkin tuhan sedang jatuh cinta saat menciptakan mu

ada hari di mana kau menangis berhari-hari
merasakan dunia mu gelap dan sepi
yang kau cinta menusuk mu berkali-kali
kau ingin mati
tapi kau mengerti tuhan selalu berada dekat di hati
dia hanya berjarak satu senti
antara kepala dan sujud mu yang tak henti
dan kemudian kau bangkit lagi

ada hari di mana kau tertawa hingga sesak
melupakan hiruk-pikuk yang membuat pekak
kau tuangkan segala kesedihan menjadi gaung tawa yang bersambut
hari ini kau benar-benar bahagia
hari ini benar-benar ceria
kau tertawa hingga mengeluarkan air mata
hari ini kau benar-benar bahagia
hari ini benar-benar ceria

kau lah devia, yang membuat sederhana menjadi luar biasa
kau tampilkan kemegahan dalam satu senyuman
kau tunjukan kehebatan dengan satu goresan
kau pamerkan kebahagiaan dengan satu ketulusan

kau lah devia, berawal dengan D untuk doa berakhir dengan A untuk Allah Yang  Maha Esa
semoga Tuhan memeluk mu dalam setiap kebaikan..

"setelah membaca blog lencana cakrawala milik diri mu saya  menjadi terinspirasi, namamu seperti puisi dev, otak ku menggatal hahahah, dan ini juga bagian dari cara ku berterimakasih atas setiap  apresiasi2 mu mwahhh!"

Jumat, 04 November 2016

menggilai mu hingga berhenti

mungkin aku terlalu kekanak-kanakan untuk menggilai mu seperti ini
atau mungkin aku belum cukup dewasa untuk mengikhlaskan kamu yang paling aku ingini

debar di dadaku kini bukan lagi perihal bahagia, semenjak ingin mu bukan lagi aku satu-satu nya

apakah tidak sopan mencintai mu dengan sangat hingga membuat nafas ku tercekat?
aku ingin nekat, menemui mu sekali lagi agar kita kembali menjadi dekat.
tapi ternyata aku tak kuat, kau menghalangi setiap usaha ku dan menutup pintu dengan rapat.

gaung tawa, celoteh, dan senyum mu  benar-benar terpahat dengan sempurna, aku ingin mengikis nya perlahan agar hilang tak bersisa.
karna yang ku tahu semua hanya semu, sudah menjadi milik seseorang yang bukan aku.

rasanya aku ingin hilang saja, tenggelam di dalam  nestapa, hingga tidak di temukan, agar tak terlihat betapa remuk redam dadaku yang tak tertahan, pecah hancur dan berserakan.

atau aku ingin lari sejauh yang dapat ku lakukan, mencari-cari arti dari segala hal yang tak berkesudahan,hingga saat aku berhenti, aku dapat menemukan bahwa diriku ternyata lebih berarti dari sekedar mencintai mu berkali-kali

"setelah mendengarkan curhat teman di line, dan coba merasakan di posisi nya.
lalu terfikir seperti ini, eh tapi sesakit ini gak sih?
allah bless you too"

Minggu, 04 Oktober 2015

teruntuk perempuan yang hati nya begitu indah



Terentuk perempuan yang hatinya begitu indah
Yang di kepala nya di penuhi logika dan penuh prinsip
Selamat bertambah usia,selamat menjadi wanita, selamat telah menjadi dewasa
Ada jutaan doa yang di ucap dalam setiap pertemuan saya dengan tuhan
Agar kamu tetap menjadi diri kamu sendiri..
Agar kamu tetap menjadi kamu yang apa ada nya..
Agar kamu lebih mandiri..
Agar kamu lebih dari segala nya..
Pada mula nya kita hanya sebatas gadis kecil yang saling mengenal, bercerita layaknya orang dewasa, bertingkah layaknya remaja, dan berkelahi seperti anak TK
Lalu kita tumbuh dalam pergaulan yang berbeda, hanya sekedar bertegur sapa, menjadi canggung  untuk menghirup oksigen yang sama
Saat kita sama-sama saling menemukan seorang pria, yang sama-sama kita percaya, sama-sama  kita berikan cinta, sama-sama berkata tak sanggup untuk meninggalkan kita, tapi nyata nya pergi begitu saja.dengan mudah, tanpa aba-aba..
Akhirnya kita kembali mulai bertukar cerita, menjadi lebih dari sekedar saling sapa..
Di lingkungan yang berbeda kita tumbuh menjadi lebih besar, saya mengagumi mu diam-diam, sebagai sosok perempuan berintegritas..
Semakin hari kita jadi semakin sering bercerita, dari masalah cinta hingga masalah keluarga..
Hari ini, ketika usia menjadi berkurang, ketika jarak semakin luas membentang, lewat khidmat doa saya tuturkan..
Semoga kita lebih di berkati
Semoga kita di beri banyak kesempatan untuk saling melindungi
Semoga kita di kasih waktu lebih panjang agar dapat saling menguatkan untuk berdiri
Karena Nanti akan tiba saatnya  kita akan bertengkar hebat, baik karna seorang pria, atau bahkan karna kesalahan yang tidak di sangka.
Saya harap ketika itu terjadi, kamu tidak begitu saja pergi dari hidup saya seperti semua orang yang sudah saya kasih kepercayaan dan space untuk tinggal
Semoga kita tetap bisa menyelesaikan semua masalah dengan kepala yang dingin.
Semoga kita tidak saling berdiaman lalu di telan waktu begitu saja ketika angin kencang menarik kita dari dasar, semoga kita bisa tetap saling berdiri tegak, mengikhlas kan angin yang  merobek sebagian dari kebahagian kita.
Tapi seandainya memang itu terjadi dan kita saling lupa diri, saya ingin mengatakan bahwa saya beruntung dikasih kesempatan untuk jadi lebih dari sekedar teman haha-hihi mu, menjadi tempat segala tumpahan keluh kesah mu, menjadi orang yang kamu begitu percaya untuk menitipkan sebuah rahasia.
Walau pada akhirnya kita mungkin akan jadi asing di dunia kita sendiri, saya minta maaf  karna pernah  begitu sangat menyebalkan , begitu bebal, begitu sangat membuatmu kesal
dan saya berterimakasih kepadamu dengan sangat karena telah mau menerima saya dengan apa adanya.
Sekali lagi, selamat bertambah dewasa !

Rabu, 21 Januari 2015

sejuta maaf yang mengendap

Ada sejuta maaf yang mengendap di dasar hatiku
Yang tak berani ku utarakan sejak  lama
Yang ku biarkan hingga seakan membunuh hatimu
Aku  tak berani menegaskan apa yang ku rasa
Karna mnyakiti mu bukan sebuah pilihan
Namun semakin lama semakin aku merasa kerdil dan begitu kejam
Seperti penyihir yang mematikan jiwa tulus mu
Tak menggenggam namun tak juga ingin melepaskan
Mungkin aku begitu pengecut karna tak berani berbicara langsung dengan mu ,
nyali ku menciut
Seakan tak ingin melukai hati mu
Yang tanpa sadar  telah terluka.
Semoga kau mengerti hanya dengan membaca , tanpa banyak komentar , tanpa banyak bertanya .
Pahami saja , lalu mari kita kembali bertingkah biasa seperti tak terjadi apa- apa , boleh ?

Maaf karena aku pura-pura tak menyadari  arti  hadir mu selama ini
Maaf karena aku membiarkan mu masuk kedalam hidupku
Maaf karena telah merepotkan mu dengan perasaan yang dulu mendera ku
Maaf karena aku tak bisa melanjutkan lebih jauh
Maaf Karena aku banyak membuang waktu mu
Maaf telah membuat hati mu jatuh-bangun
Maaf karena membuat mu bingung
Maaf karena menyia-nyikan lelaki terbaik yang pernah datang dalam hidupku
Maaf… sekali lagi aku meminta maaf
Karena aku …
Tak dapat membalas cintamu
Maaf.. sungguh …
Aku tak ingin menyakiti mu lebih lagi , karena ini membuat ku sesak .
Tapi , aku menyayangi mu , dengan hatiku , sebagai sahabat yang begitu ku harapkan.
Semoga tuhan selalu bersama mu . 


Semoga kau bisa menerima ini dengan pikiran yang dewasa ,dan mari kita mulai berjabat tangan  serta melempar senyuman  (lagi).